Salat lima waktu tidak berhenti saat bepergian. Kabar baiknya: salat di Tokyo kini jauh lebih mudah dibanding lima tahun lalu — kedua bandara punya musala dengan tempat wudu, tempat wisata besar menyediakan ruang salat, dan Jepang adalah tempat yang sangat toleran untuk salat dengan tenang saat tidak ada musala. Inilah peta praktisnya.
Haneda menyediakan musala dengan penanda kiblat dan tempat wudu di Terminal 3 (lantai 3, sebelum imigrasi — dua ruang) dan Terminal 2 (area internasional: lantai 3 sebelum pemeriksaan, plus ruang setelah pemeriksaan di lantai 2). Terminal 1 tidak punya musala — jika penerbangan domestik Anda dari T1, salatlah dulu di T2; shuttle antar-terminal gratis hanya beberapa menit. Kompleks Haneda Airport Garden yang terhubung dengan T3 juga punya musala lengkap.
Narita punya musala di Terminal 1 dan Terminal 2, dan — ini yang praktis — di kedua sisi imigrasi, jadi Anda bisa salat setelah mendarat maupun setelah pemeriksaan keamanan tanpa terburu-buru. Papan petunjuk tersedia dalam bahasa Inggris; staf di konter informasi mana pun akan menunjukkan arahnya.
Objek wisata besar di Tokyo kini semakin ramah terhadap kebutuhan ini. Tiga yang perlu Anda tahu, semuanya di rute wisatawan Muslim:
Department store pun makin banyak yang menyediakan ruang salat atau ruang multi-agama — bila ragu, tanyakan di konter informasi lantai dasar: "Is there a prayer room?" dipahami di semua tempat wisata.
Tokyo Camii (Yoyogi-Uehara) adalah masjid terbesar di Jepang dan bangunan terindah untuk salat Jumat; Masjid Darul Arqam di Asakusa adalah masjid lingkungan kami, 20–25 menit berjalan kaki dari vila, dengan jamaah internasional yang hangat. Keduanya — plus toko bahan makanan halal dan restoran di sekitarnya — dibahas lengkap di panduan makanan halal & masjid kami.
Kadang jadwal tidak bisa diajak kompromi. Ketahuilah: salat di tempat umum di Jepang sepenuhnya legal dan hampir selalu disambut sikap sopan atau rasa ingin tahu yang tenang — bukan permusuhan. Beberapa kebiasaan membuatnya nyaman:
Inilah kemewahan diam-diam dari menginap satu rumah penuh. Di THE HOSPITEL, dua ruang salat khusus dengan penanda kiblat menanti di akhir setiap hari — tanpa perlu menggeser perabot, tanpa berbagi jadwal dengan tamu lain. Sajadah, Al-Qur'an, dan hijab sudah tersedia. Salat Subuh berjamaah bersama keluarga, di rumah sendiri — begitulah seharusnya pagi di Tokyo dimulai.
THE HOSPITEL by Dr. — vila privat ramah Muslim untuk hingga 10 tamu di Sumida, Tokyo. Dua ruang salat dengan penanda kiblat, dapur khusus halal, kamar mandi siap wudu, dan desain tidur yang dikurasi dokter.
Cek ketersediaan